Jumat, September 04, 2015

Penjelasan Lengkap dan Contoh Conditonal Sentence Tipe 1,2,3

CONDITIONAL SENTENCE
materi bahasa inggrisPenjelasan Lengkap dan Contoh Conditonal Sentence Tipe 1,2,3 - Salah satu materi bahasa inggris yang paling susah adalah conditional sentence. Baik siswa SMA maupun mahasiswa seringkali masih kesulitan dalam memahaminya. Hal ini karena conditonal sentence merupakan bentuk yang kompleks dari grammar. Untuk dapat menguasai conditional sentence kita harus memahami bentuk-bentuk tense terlebih dahulu. Sehingga bisa dikatakan conditional sentence merupakan bentuk lanjutan dari grammar. Berikut adalah penjelasan secara menyeluruh tentang conditonal sentence dari tipe 1 sampai tipe 3.


Tipe 1 : Bentuk Dasar Conditional Sentence   
Pada tipe pertama dari conditional sentence adalah  pengandaian yang dapat terjadi. Pada statement yang menggambarkan pengandaian conditional sentence tipe ini adalah jika aktifitas yang disebutkan pada clausa pengandaian sangat mungkin dapat terjadi.
If I write down the ten pages essay in two days, I’ll get better score from the teacher.
If you stay up until the kick off, wake me up
Kedua kalimat tersebut adalah bentuk  Open condition, yaitu conditional sentence atau kalimat pengandaian yang  memiliki kemungkinan untuk dapat terjadi. Conditional semacam ini diungkapkan ketika kata kerja yang diuangkapkan dapat dipenuhi. Seperti pada kedua kalimat tersebut kata kerjanya adalah “write down” pada kalimat pertama dan “stay up” pada kalimat kedua. Si pembicara masih memiliki kemungkinan untuk menyelesaikan karangan essai agar gurunya memberikan nilai yang lebih baik pada kalimat pertama. Sedangkan pada kalimat kedua, orang yang diberikan perintah masih dapat berusaha untuk bisa bertahan agar tidak tidur agar orang yang memberikan instruksi bisa menonton pertandingan bola.

Penjelasan Lengkap dan Contoh Conditonal Sentence Tipe 1,2,3
Google Image - Conditional Sentence

Bentuk urutan tense pada conditional jenis ini yang paling umum adalah seperti dibawah ini:
(If) present tense, (main) future or modal verb or imperative.
Perlu diketahui bahwa will dan shall tidak digunakan sebagaimana dalam makna predikatif dalam klausa conditional. Meskipun maknanya future tense.

Tipe 1. Bentuk Variasi
Selain pola dasar dari conditional sentence di atas, kita dapat juga merubah pola kalimat dari conditional sentence tipe 1. Dengan melihat tingkat kemungkinan hal yang diharapkan terjadi, kita dapat menvariasikan seperti di bawah ini:

a. If  should write down the 10 pages essay in two days , I shan’t get better score from the teacher.
Penggunaan “should”  pada conditional sentence tipe ini memberikan tekanan seolah-olah kondisi pengandaian belom pasti terlaksana. Atau bisa juga kita mengganti “should” dengan “by any chance” tanpa merubah maknanya. Hal ini menunjunkan bahwa peluang terjadinya hal yang diharapkan kecil kemungkinannya.
If by any chance I write down the 10 pages essay in two days, I shan’t get better score from the teacher.
Penggunaan variasi ini dapat diterapkan pada semua conditional sentence pada tipe 1. Perlu diingat bahwa hanya “should” bukan “would”.
b. If you will rent a car, we shall have a safe trip.
Sebagaimana will tidak dapat digunakan pada makna predikatif, pada conditional sentence pada tipe 1, meskipun kalimatnya merujuk ke bentuk waktu yang akan datang atau future time. Kata will pada kalimat di atas bukan merupakan auxiliary verb yang mengindikasikan future tense melainkan modal verb yang mengindikasikan persetujuan (agreement/willingness). Persetujuan untuk melakukan yang direncanakan.  Kalimat di bawah ini tidak dibenarkan.
If Putri arrives at lampung this morning, Osi’ll be able to submit her Job applicants
Kita tidak dapat mengatakan if Putri will arrive at Lampung this morning, karena ia belum tentu sampai di lampung meskipun ia berkeinginan. Oleh karena itu, kita harus hati-hati saat menggunakan will  dalam konteks ekspressi co-operation, persetujuan, atau kesediaan.

Tipe 1. Bentuk Alternatif
a. Wake up at dawn,  you won’t be late.
b. Wake up at dawn or (else) you’ll be late.
Pada kalimat di atas susunan kalimat perintah setara dengan klausa if. Kita dapat menulis kembali kalimat di atas dengan menggunakan if:
a. If you wake up at dawn, you won’t be late.
b. if you don’t wake up at dawn, you’ll be late.

Tipe 1. Kesimpulan Conditional Sentence
1. (if) present tense, (main) future or imperative.
If I write down the ten pages essay in two days, I’ll get better score from the teacher.
If you stay up until the kick off, wake me up
2. (if) should+infinitive, (main) future or imperative
If I  should write down the 10 pages essay in two days , I shan’t get better score from the teacher.
If Mary should go home before lunch, tell her I borrow her motorcycle until 1 pm.
3. (if) will infinitive, (main) future or imperative.
 If you will buy cigarette, I’ll make the coffee
If he will pay the bill, give him a ride.(will=be willing)
4. Imperative, (main) and/or +future.
Wake up at dawn, you won’t be late.
Wake up at dawn, or (else) you’ll be late


SUBORDINATE
MAIN
If
Present tense
Future
If
Should + infinitve by any chance
Future or imperative
If
Will + infinitive Be (Present) so kind as
Future or imperative

Imperative
And/or + future

Tipe 2. Bentuk Dasar Conditional Sentence   
a. If I wrote down the ten pages essay in two days, I would (could, might, etc.) get better score from the teacher.
b. If I had luck, I would stop smoking
c.If I bring my laptop, I could show you my design
Pada ketiga kalimat tersebut klausa conditional mewakili tiga makna yaitu: a. Possibility, b. Hypothetical/ imaginary, atau c. Contrary . Bentuk kata kerja pada klausa conditional yang menggunakan kata kerja bentuk lampau menggambarkan sikap pembicara terhadap kondisinya. Tidak mewakili waktu yang dalam hal ini digambarkan oleh  konteks kalimat atau situasi.
Kalimat a sama dengan contoh dari  tipe 1. (If I write.... I shall get...), namun lebih bersifat prakiraan. Pembicara dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut bahwa menulis essai dalam waktu dua hari sebagai hal yang  tidak mungkin atau dengan kata lain berharap dapat membuat essay. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi yang diharapkan terjadi tidak terpenuhi. Kalimat b lebih bersifat khayalan. Seperti mimpi di siang bolong keinginan dari si pembicara. Kalimat c menghadirkan situasi yang tidak nyata dengan bentuk waktu yang dimaksudkan adalah present atau ketika kalimat tersebut diucapkan. Yang berarti, maknanya dari kalimat c, kenyataannya saya tidak membawa laptop, jadi tidak bisa menunjukan design. Perlu diingat past tense pada kalimat tersebut mengindikasikan hal yang tidak mungkin terjadi atau bersifat khayalan namun terjadinya pada waktu sekarang. Ketiga kalimat di atas mempunyai urutan sebagai berikut.
(if) past tense, (main) conditional
Meskipun demikian, secara kontekstual, ketiga kalimat tersebut berbeda. Ketiga kalimat tersebut mempunyai perbedaan pada tingkat kemungkinan terjadinya. Pada kalimat pertama berupa prakiraan atau ragu-ragu namun ada kemungkinan terjadi. Yang selanjutnya yaitu khayalan namun tidak mungkin terjadi. Kalimat terakhir bertentangan dengan fakta yang terjadi sekarang namun tidak nyata. Pada contoh conditional sentence kalimat c, kita melihat bahwa ide yang diungkapkan bertentangan dengan fakta sekarang dan diungkapkan dengan menggunakan past tense pada klausa conditional (if I brought my laptop). Past tense juga digunakan untuk ungkapan yang tidak nyata dengan waktu present setelah kata “wish” (if only, juga merupakan ekspresi pengandaian oleh si pembicara, sama dengan “wish”),  dan setelah ungkapan seperti “I’d rather” dan “It is time”.
a. I wish ( that ) I were hansome ( If only I were hansome).
b. I’d rather she told me what she feels.
c. It’s time (It’s about time, It’s high time) we sleep.
Present tense dan bentuk waktu future tidak pernah digunakan setelah “wish”. Kita hanya dapat menggunakan  past tense seperti kalimat di atas atau menggunakan would (bukan will) untuk mengindikasikan bahwa kenyataan tidak sejalan dengan harapan.

Tipe 2. Bentuk Variasi
a. I f I were to miss this morning math class with Mr. Budi, I wouldn’t pass this subject
Penggunaan “were to” pada klausa conditional sentence di atas adalah untuk menekankan bahwa situasinya adalah pengandaian atau perkiraan. Hal ini sama dengan penggunaan should pada klausa conditional tipe 1. Sebagaimana pada Conditional sentence Tipe 1 kita menggunakan by any chance tanpa merubah makna:
If by any chance I this morning math class with Mr. Budi, I wouldn’t pass this subject
Were to digunakan untuk semua kata ganti orang, dan variasi jenis ini diterapkan pada semua klausa conditional pada type kedua ini.
b. If you would rent a car, we would have a safe trip.
Pada kalimat tersebut would bukan merupakan bentuk tense tapi modal verb yang maknanya persetujuan atau kerelaan untuk melakukan yang diperintahkan. Dapat berfungsi sebagai penekanan bahwa si pembicara merasa ragu untuk melakukan hal yang disuruh, seperti fungsi will pada conditional sentence tipe 1. Kalimat berikut adalah contoh yang salah.
If he got his uncle confirmation in time, he would be able to approved my plans
Jika kita mengatakan If he would get his uncle confirmation in time maka akan membentuk makna yang janggal karena “he” atau kata ganti orang dalam klausa tersebut tidak dapat  mengusahakan apa yang diinginkan. Oleh karena itu, kita harus lebih hati-hati saat menggunakan would ketika akan mengatakan makna co-operation, agreement, atau wingllingness pada bagian subjek kalimat.

Tipe 2.  Rangkuman Pola Kalimat Conditional Sentence
1. (If) past tense, (main) conditional.
If I wrote down the ten pages essay in two days, I would (could, might, etc.) get better score from the teacher.
2. (If) were to + infinitive, (main) conditional.
I f I were to miss this morning math class with Mr. Budi, I wouldn’t pass this subject
3. (If) would + infinitive, (main) conditional.
If you’d buy the foods, I’d clean the room


SUBORDINATE
MAIN
If
Past tense
Conditional
If
Were to +
Infinitive
By any chance
Conditional
If
Would +
Infinitive was/were so kind as
Conditional

Tipe 3. Bentuk Dasar Conditional Sentence dan Variasi
a. If I had wrote down the ten pages essay in two days, I would (could, might, etc.) have got better score from the teacher.
Kalimat tersebut seperti khayalan oleh si pembicara dan bertentangan dengan kenyataan dengan setting waktunya di waktu lampau. Penggunaan past perfect tense pada kalimat conditional sentence Tipe 3  tersebut mengindikasikan makna yang tidak nyata di waktu lampau. Faktanya  adalah I didn’t write down the ten pages essay, so I didn’t get better score from the teacher.” Sama halnya dengan past tense untuk menggambarkan kejadian yang tidak nyata untuk waktu sekarang seperti pada type 2c dan penggunaan tense setelah kata wish mengikuti pola yang sama: past perfect untuk hal yang diharapkan terjadi di waktu lampau.
I wish you had told me before (but you didn’t)
Inversion
Inversion adalah menempatkan subjek dan kata kerja secara terbalik. Hal ini dapat digunakan ketika kita tidak menggunakan If pada klausa konditional seperti pada beberapa kalimat berikut:
1. Should Yoga borrow my laptop, take it in the desk
2. Were Shinta to go to Jogja this week, her mother would be missing her
3. Had I known you like football, I would have turned on TV

Rabu, Juni 24, 2015

Pengertian Modal Auxiliaries Belajar Grammar dan Contoh Kalimat

MODAL AUXILIARIES

Materi Bahasa InggrisPengertian Modal Auxiliaries Belajar Grammar dan Contoh Kalimat - Seringkali saat belajar bahasa inggris khususnya belajar grammar kita mendengar istilah Modal atau nama lengkapnya Modal Auxiliaries. Baik dalam bentuk writing maupun speaking grammar tidak dapat begitu saja kita abaikan karena dengan paham grammar kita akan lebih mudah dalam merangkai kata. Dengan mengetahui Modal Auxiliaries,

Pengertian Modal Auxiliaries Belajar Grammar dan Contoh Kalimat
Google Image - Pengertian Modal Auxiliaries Belajar Grammar dan Contoh Kalimat

Modal Auxiliaries terdiri dari can, could, may, might, should, had better, must, will, and would. Semua bentuk modal tersebut diikuti  oleh bentuk kata kerja sederhana atau yang sering kita sebut V1. Selain dari Modal Auxiliaries di atas ada juga Modal Auxiliaries yang menggunakan to yaitu have to, have got to, dan ought to. Modal tersebut memiliki makna yang berbeda namun tetap sama penggunaanny dalam kalimat. 
Berikut Contoh Modal:

  1. Can                  : Lidya can write a song for her father
  2. Could               : Sity could cook spaghetti
  3. May                 : It may rain this morning
  4. Might               : It might rain this morning
  5. Should             : Nandita should submit her assignment this morning
  6. Had better        : Galuh had better go home before dawn
  7. Must                : Abdul must pay the bill
  8. Will                  : Wayan will give me the tea
  9. Would              : Would you please give me your number?
 Selanjutnya adalah contoh modal yang menggunakan to
J. Have to                    : I have to eat now
k. have got to               : I have got to sleep
l. ought to                    : Lisa ought to study for examination tomorrow
(to + kata kerja bentuk sederhana/ V1) hanya digunakan untuk ketiga modal diatas.

MODAL UNTUK MENGEKSPRESIKAN KEMAMPUAN
Can dan Could digunakan untuk menggungkapkan kemampuan
Can digunakan untuk mengekspresikan kemampuan untuk waktu sekarang atau yang akan dating.
Could digunakan untuk mengekspresikan kemampuan pada waktu lampau atau yang telah terjadi.
Contoh

  1. Yongki can drive a car
  2. Ronni can play soccer
  3. Fadil can come to the prom
  4. Sakhi could speak at one year old
  5. Yoga could play guitar at his first grade of Senior High School
Bentuk negatif dari can adalah can’t, cannot, atau can not. Sedangkan bentuk negative dari could adalah couldn’t atau could not.
Contoh

  1. Ahlan can’t graduate from university this month
  2. Ahlan cannot graduate from university this month
  3. Ahlan can not graduate from university this month
  4. Andre couldn’t repair his computer
  5. Eko could not watch soccer tonight
MENGEKSPRESIKAN KEMUNGKINAN DAN MEMINTA IZIN DENGAN MODAL
May dan might dapat digunakan untuk mengekspresikan kemungkinan untuk waktu sekarang atau yang akan datang. May dan might memiliki makna yang sama dan tidak ada perbedaan diantara keduanya.
Bentuk negative dari may dan might dalam mengungkapkan kemungkinan adalah dengan menambahkan not tetapi may + not dan might + not tidak dapat disingkat seperti halnya ada can + not menjadi can’t atau pada will + not menjadi won’t.
May dan might juga dapat digunakan saat ingin memberikan izin untuk melakukan sesuatu dan may + not atau might + not digunakan saat melarang seseorang untuk melakukan sesuatu.
Contoh
  1. It may rain tomorrow
  2. It might rain tomorrow
  3. Helly may not come.
  4. Udin might not come
  5. Maybe zacky is being at home
  6. Zacky may be at home
Maybe dapat bermakna kemungkinan namun maybe pada kalimat e bukanlah termasuk modal melainkan sebagai adverb yang menggambarkan kemungkinan zacky berada dirumah. Namun pada kalimat f may berperan sebagai modal karena berada setelah subject.

  1. Children may not play with a knife it is dangerous
  2. Your sister can not come to my party she is troublemaker
MENGEKSPRESIKAN KEMUNGKINAN DENGAN COULD
Umumnya could digunakan saat mengekspresikan kemampuan atau keadaan dimana kita mampu melakukan namun waktu terjadinya di waktu lampau. Dengan kata lain could merupakan bentuk lampau nya dari modal can. Namun sebenarnya could dapat juga berarti kemungkinan. Pada konteks yang berbeda “could” dapat bermakna sama dengan kemungkinan saat kita menggunakan “may be”
Contoh

  1. Rahmad could be drunk
  2. Rahmat may be drunk
  3. Yoga isn’t in guest list. He could forget to come
  4. Andri is preparing his speech. He could come in a minute.
Contoh kalimat a memiliki makna yang sama dengan kalimat b. Pada contoh kalimat a,b, dan c memiliki makna kemungkinan yang terjadinya di waktu sekarang sementara ada kalimat d kemungkinan terjadinya di waktu yang akan datang.

MENGAJUKAN PERTANYAAN DENGAN SOPAN DENGAN MODAL MAY, COULD, DAN CAN
Seringkali ketika ingin mengajukan pertanyaan untuk meminta izin atau persetujuan kita berusaha menggunakan kata-kata yang dianggap sopan. Dalam bahasa inggris kita dapat menggunakan may I, could I, dan can I saat ingin meminta izin atau persetujuan dari orang lain.

  1. May I please borrow your dictionary?
  2. Could I please borrow your dictionary?
  3. Can I please borrow your dictionary?
Ketiga pertanyaan di atas a, b, dan c memiliki makna yang sama namun berbeda dalam hal hal kesopanan. Pertanyaan a dan b dianggap lebih sopan dari pertanyaan c. Kata please digunakan agar lebih sopan. Kata please dapat juga diletakkan di akhir kalimat. Cotohnya may I borrow your cutter, please? Atau Can I borrow your cutter, please?

MENGGUNAKAN MODAL WOULD, COULD, WILL, DAN CAN UNTUK MEMINTA TOLONG KEPADA ORANG LAIN.
Ketika akan meminta tolong kepada orang lain hendaknya menggunakan bahasa yang santun. Dalam bahasa inggris kita bias menggunakan modal auxiliary would, could, will, dan can untuk meminta tolong kepada orang lain. Pada dasarnya keempat modal tersebut memiliki makna yang sama ketika diletakkan di awal kalimat tanya. Namun dalam konteksnya, ketika akan meminta pertolongan kepada orang lain, would, could dan will dianggap lebih sopan ketimbang can. Dalam bahasa Indonesia, menggunakan kalimat yang sopan biasanya diucapkan kepada orang yang lebih tua. Sementara kepada orang yang seumuran atau lebih muda kita cenderung menggunakan ragam bahasa yang lebih santai atau kurang formal. Berikut adalah contoh kalimatnya:

  1. Would you please bring me the glass?
  2. Could you please bring me the glass?
  3. Will you please bring me the glass?
  4. Can you please bring me the glass?
Keempat kalimat di atas adalah contoh kalimat meminta tolong dengan cara yang sopan dalam bahasa inggris. Keempat kalimat tersebut pada dasarnya memiliki makna yang sama namun kalimat terakhir dianggap kurang sopan. Jadi untuk meminta orang lain melakukan sesuatu untuk kita dapat menggunakan would, could, will dan can seperti contoh di atas.

MEMBERIKAN NASIHAT DENGAN MODAL SHOULD DAN OUGHT TO
Memberi nasihat kepada orang lain umumnya dilakukan dengan cara yang halus agar orang yang diberi nasihat bisa dengan senang hati mendengarkan nasihat kita tanpa merasa tersinggung. Member nasihat secara halus bukan hanya dengan nada yang halus tapi pemilihan kata juga penting agar tidak ada kesan menggurui. Dalam bahasa inggris memberikan nasihat dapat dilakukan dengan menggunakan modal auxiliary should dan ought to. Seperti pada contoh berikut.

  1. You look tired. You should take a sleep.
  2. Your dress looks dirty. You ought to wash it.
  3. Your mother needs you to come. You should go home now.
  4. It’s about to rain. I should go home now.
  5. A: I’m tired of studying.
B: Maybe you should have a vacation
Should dan ought to memiliki makna yang sama. Kedua modal tersebut diikuti oleh kata kerja sederhana seperti modal yang lain. Modal ought to meskipun menggunakan preposition to namun dalam hal ini to adalah bagian dari modal jadi ought tidak dapat digunakan tanpa to. Agar terdengar lebih halus saat memberikan nasehat kita dapat menggunakan adverb maybe seperti contoh e. Jadi rumus untuk modal should dan ought to adalah sebagai berikut
Should + kata kerja sederhana
Ought to + kata kerja sederhana

MEMBERIKAN NASEHAT DENGAN HAD BETTER
Selain menggunakan should dan ought to dalam mengungkapkan suatu nasihat kita juga dapat menggunakan had better. Meskipun pada dasarnya memiliki makna yang sama  dengan should dan ought to, had better bermakna bahwa kita harus melakukan sesuatu karna jika kita tidak melakukannya akan ada kemungkinan negatif yang akan terjadi.
Contoh:

You look dirty, you should take a bath
You look dirty, you ought to take a bath
You look dirty, you had better take a bath
You’re eating too much. You’d better stop eating
You look fat. You’d better stop drinking tea
Dalam bentuk speaking, had better selalu disingkat jadi ‘d better

MENGGUNAKAN EKSPRESSI KEPERLUAN DENGAN HAVE TO, HAVE GOT TO, DAN MUST
Have to, have got to, dan must pada dasarnya memiliki makna yang sama. Yaitu untuk mengungkapkan keperluan melakukan sesuatu.
Contoh:

I have to work every day
I have got to work every day
I must work every day
Have to lebih sering digunakan pada percakapan dan tulisan sehari-hari dari pada penggunaan must. Have got to digunakan umumnya pada percakapan informal.Must digunakan pada  kalimat perintah tertulis yang bermakna kuat, serius. Pada kalimat tanya yang dapat digunakan dari ketiga modal tersebut hanya  modal have to dengan menambahkan kata do di awal kalimat. Sedangkan bentuk past atau lampau dari ketiga modal tersebut adalah had to.

MELARANG SESEORANG MELAKUKAN SESUATU DAN UNGKAPAN TIDAK PERLU DENGAN MUST NOT DAN DO NOT HAVE TO
Untuk mengekspresikan ungkapan ketidakperluan melakukan sesuatu bisa dengan bentuk negatif dari modal have to. Yaitu dengan menambahkan do not/ does not.
Untuk melarang seseorang melakukan sesuatu bisa dengan menggunakan modal must dan menambahkan not. Bila disingkat jadinya mustn’t.
Contoh:

I don’t have to sleep tonight. I have slept all day along.
Sulis does not have to pay the bills. I have paid all for her.
Budi does’t have to bring his motorcycle. I will pick him up.

MENGGUNAKAN MUST UNTUK MEMBUAT KESIMPULAN
Ketika kita melihat seseorang melakukan suatu permainan olah raga kita pasti akan membuat kesimpulan bahwa orang tersebut pasti menyukai olahraga tersebut atau bahkan mungkin seseorang tersebut adalah seorang atlet untuk bidang olah raga tersebut. Begitu juga ketika kita melihat seseorang sedang bermain musik, seringkali kita berkesimpulan bahwa seseorang tersebut pasti suka mendengarkan musik. Must dapat digunakan untuk membuat kesimpulan setelah kita melihat fakta. Jadi, ketika kita sudah memiliki fakta, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seseorang pasti melakukan suatu hal tertentu.
Contoh:

a. Putri is smiling while looking at his phone
b. She must feel happy now.
a. Nindy has been working for 8 hours nonstop
b. She must be very tired

Semoga artikel ini dapat bermanfaat......


Kamis, April 09, 2015

Using Picture Series for Teaching Speaking in Recount Model

The Use of Picture Series for Teaching Speaking

Picture is one of the visual aids that are used by the teacher in teaching learning process. There are some kinds of pictures that are used by the teacher such as a picture, picture series, and so on. In this paper, the researcher tries to implement picture series as an alternative way in teaching learning process. As Wright (1989) states that pictures are very important in helping students to retell experiences or understand something since they can represent place, object, people, etc. A picture consists of meanings and messagas that will be presented. It depends on students’ own imagination or thought to produce the words related to the picture.
Arranging a picture series is one way to be used for developing words as well as other skills. The primary advantage of using picture series is that it is enjoyable for the students because it can encourage theto create  activity in guessing the messages from the picture based on their imagination. Another, it can vary the teacher’s techniques in creating the atmosphere in the classroom as a real condition.
A picture is used to substitute the real things. The students can recognize and compare the words and the real things. The first function of the use of picture series is that the students are able to see the picture clearly and distinctly. The second is that the students can understand the content of the whole pictures because the first picture is related to the second picture and so on. It can build up the students’ motivation in learning English text.
The content of the whole pictures can be understood because the first picture is related to the second and the second is related to the next picture and so on. Pictures are set in sequence in order to deliver a message that it can represent an event. The sequence of pictures that represent a sequence of events can be taken from various sources, for instance from internet, books, magazine, or capturing a movie, etc. In this study, the researcher will use 3 different picture series which are taken from 3 different sources they are from comic books, capturing animation movies, and internet.
Those three picture series have different characteristic. First, picture series that is taken from comic books has simple form. It is well arranged because comic book itself consists of pictures that are arranged in sequence so we just have to take the pages that are relevant to the topic that we want to teach to the students. Secondly picture series of group of pictures that are taken from capturing animation movie and then are arranged in sequence. This takes more effort because we have to capture the pictures that are relevant to the topic and arrange them in sequence. This kind of picture series is more interesting because it is collourful. Third picture series of group of pictures that are taken from google images. The pictures that are suitable to the topic are downloaded and then arranged in sequence like the following.


1. Picture series from comic book
Using Picture Series for Teaching Speaking in Recount Model
Activities This Morning - Recount Model

2. Picture series from capturing animation movie

Using Picture Series for Teaching Speaking in Recount Model
Special Moment - Recount Model

3. Picture series from google images

Using Picture Series for Teaching Speaking in Recount Model
Holiday - Recount Model




As the students are shown the picture series they are expected to be more excited in learning English as picture series gives students portrait that helps them in learning speaking by comparing the words and the real things. These three picture series help students in learning speaking. The picture series will help students in expressing ideas because the picture series consists of pictures that are related to activities which are familiar to them. As Lado (1977:240) states that speaking is described as an ability to converse or to express a sequence of ideas fluently. The pictures are set up in sequence so that students by learning with this media will be able to express the ideas in sequence fluently.
Those three picture series have different quality in chronological order. The picture series from comic book is in good order since it has been arranged based on the activities. The second picture series that were taken from capturing animation movie is less  in order than the first picture series. It is rather difficult to arrange the captured pictures and make them suitable to the topic . The third picture series from google images is more difficult to arrange in chronologic order and picture does not portrait the same person.    

Furthermore, previous study conducted by Rike Febrina Aska in SMPN 1 Gadingrejo showed that picture series is effective to be applied in teaching speaking. Students’ speaking skill was increased significantly in three aspects of micro skill; pronunciation, vocabulary, and grammar. This study also shows students motivation in joining the teaching learning during the treatments increased. The atmosphere in class became more encouraging to study. Students were more active to participate in class activities.
Refernces
Lado, Robert. 1977. Language Testing. New York: Mc. Graw Hill.
Febrina, R. 2014. The Use of Picture Series to Increase Students’ Speaking Ability in Procedure Text at The Third Grade of SMPN 1 Gadingrejo. Unpublished Script. Bandar Lampung. University of Lampung.
Wright, A. 1989. Picture for Language Learning. Cambridge: Cambridge University Press.